belajar merakit pc

Posted by hardyansyah under: my videos.



Cara Belajar Agar Mudah Diterima Oleh Otak

Posted by hardyansyah under: Uncategorized.

Berdo’a Sebelum Memulai Belajar

Berdo’a itu penting loh sebelum kita memulai belajar. Nggak hanya belajar, tapi setiap kita memulai untuk melakukan sesuatu, akan lebih baik kalau kita memulainya dengan berdo’a. Dengan berdo’a Insyaallah semua yang kita pelajari bisa kita terima dengan baik. Tapi ingat..!! kita belajar, memang betul-betul belajar. Maksudnya kita belajar tidak karena ingin membuat sebuah konsepan.

Fokus Kepada Apa yang Kita Kerjakan

Fokus terhadap pelajaran juga perlu. Kalau kita belajar dengan membawa masalah lain, misalnya masalah hubungan kita dengan pacar, maka usaha kita untuk belajar secara maksimal pun akan percuma. Karena fikiran kita akan lebih fokus ke masalah pribadi kita. Usahakan ketika kita belajar, fokuskan diri kita terhadap pelajaran. Semua masalah pribadi untuk sementara kita buang jauh-jauh dahulu. Caranya agar kita bisa fokus, mungkin kita bisa mencari sebuah soal yang rumit untuk kita selesaikan. Munculkan rasa penasaran kalian dan pantang menyerah untuk menyelesaikan soal tersebut. Karena rasa pantang menyerah itu membawa kalian untuk membuka-buka buku untuk menemukan penyelesaian dari soal tersebut.

Mencari Tempat yang Pas untuk Belajar

Tempat yang pas juga berpengaruh terhadap cara belajar kita agar pelajaran mudah diterima ke otak. Kebanyakan dari kita mencari tempat yang sunyi untuk belajar. Karena pada tempat sunyi kita bisa lebih fokus terhadap pelajaran. Tanpa ada suara yang membuyarkan fokusan kita terhadap pelajaran. misalnya suara orang yang memanggil kita. Karena sekali fokusan kita terhadap pelajaran buyar, maka rasa ingin belajar itu menjadi berkurang dan malah kita tidak ingin belajar lagi. dan itu sangat merugikan kita. Dan satu hal lagi yang sangat penting, yaitu jauhkan HP kalian saat kalian belajar. Bila perlu non_aktif_kan HP kalian. Karena itu merupakan salah satu faktor yang bisa membuyarkan fokusan kalian.

Membuang semua Fikiran Negatif

Remaja-remaja seperti kita memang sering sekali berfikiran Negatif. Bukan hanya berfikiran Negatif, tetapi juga melihat dan mendengar semua yang ke arah negatif. Misalnya menggosip, nonton film bokep, dll. Karena hal itu juga bisa mempengaruhi belajar kalian agar cepat masuk ke otak. Kalau kalian sering melakukan hal itu, maka pelajaran kalian pelajari akan sulit untuk diterima. Tetapi jika kalian sering melakukan perbuatan ke arah Yang Maha Esa, maka pelajaran yang kalian terima akan dengan cepat masuk ke otak. Karena semuanya itu adalah maksiat. Dan mempengaruhi otak kita.






Berhenti jika Kalian Merasa Jenuh atau Pusing

Jika kalian sudah merasa pusing, berhentilah. Karena semua itu tidak akan bisa membuat pelajaran yang kalian pelajari masuk ke otak. Seperti yang sering kita dengar bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.


Semoga tips yang aku berikan bisa bermanfaat untuk kalian semua yang membacanya. Dan satu hal lagi, mulai dari sekarang banyak-banyak lah kalian berdo’a kepada yang diatas. Misalnya untuk yang beragama islam, lakukan shalat 5 waktu dan juga shalat tahajud. Berdo’a kepada Nya untuk meminta kelulusan. Insyaallah keinginan kalian untuk lulus bisa terkabulkan.



Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Posted by hardyansyah under: Uncategorized.

Scientists who think philosophically, is expected to understand the philosophy of life, explore key elements of the science practiced thoroughly so it is more wise to understand the source, nature and purpose of science practiced, including its use for the community. To achieve that goal, the education process should not merely to achieve an end goal but also to learn the things done to achieve the ultimate goal. Thus, in addition to scientists as the magicians also have the wisdom, truth, ethics and aesthetics. Epistemologically it can be said that the science that exists today is the result of the accumulation of knowledge that occurs with growth, pergan-tian and absorption theory. The emergence of new theories that reinforce the old theory would strengthen the image of normal science. However, anomalies in scientific research can not finish by FITNESS FOR paradigm that references the research, led to the development of a new paradigm that can solve problems and guide subsequent research (giving birth to science revolution). Growth theory and paradigm shifts are po-la normal development of a mature science. The development of analysis tools also encourage the development of science. Examples of epistemology of science where there is a change theory and paradigm shifts seen in the development of atomic theory, theory of inheritance and discovery of the universe. In the development of science, an error may occur, especially during the formation of a new paradigm. However, to avoid making mistakes is the last covered and recognized as truth. · The development of atomic theory atomic concept proposed by Leucippus and Democritus (6th century BC): material (everything in nature) are physically prepared by a number of very small objects (atoms). Atoms are very small particles, solid and can not be shared, moving in space, and is eternal. According to John Dalton (1766-1844) each chemical element formed by particles that can not be parsed (atom). A paradigm shift occurs when apparently proved that atoms can be divided and still have the electron (JJ Thomson .1856 to 1940) and protons (E. Goldstein, 1886). The knowledge that the atom could be split to make their scientists and their atomic structure. Thomson, analogous to atoms like bread with raisins, where electrons and positive particles uniformly distributed. From research E. Rutherford (1871-1937) concluded that the electrons orbiting around the nucleus. Postulate is improved by J. Chadwick (1891-1974): the atom has a nucleus consisting of nuclei and electrons orbiting around it, and then refined by Niels Bohr who consider the effects of quantization of atomic energy. The theories of the structure of atoms and still continue to be refined. When this starts to happen anomaly sued existing paradigm. Murray Gell-Mann (1964) says, protons and neutrons can still be divided into quarks. · The development of the theory of heredity notion of inheritance has existed since ancient times. Plato understood esensialismenya explained, everyone is a shadow of the ideal type. In essence, human beings are the same and the diversity of the world has no meaning. The development of this theory starts with Darwin’s dilemma: what causes variation and variation defend what? According to F. Galton, every child is a tendency towards the average of the properties of its parent. Hereditary properties and mixed continuum-nyu, children are the average of both parents, then there is no variation. Meanwhile, according to Darwin, keragamanlah that matters, not the average but Darwin could not explain how diversity can occur. Provisional hypothesis explains that the coffee cells from any tissue that is inserted into the blood (gemmules) who produce diversity when gemmule formed and converted back to the cell body during reproduction.
However, the history of the science of cell growth further prove that this hypothesis is wrong. Mendell who crosses the beans and produce different varieties, smooth and wrinkled but no one in the middle, concluded that the properties derived are discrete, there are dominant and some are recessive, but do not mix. The theory was then used as the basis of the development theory of inheritance.

· The development of the theory of the solar cycle prediction of the sun, stars, moon and eclipse has done the nation Baylonia, 4000 years ago. Greek cosmology (4SM) said the center of the earth and all the heavenly bodies around the earth. The concept is broken Copernicus (1473-1543) which states that the sun is the center of the solar system and the earth moves in a circular orbit mengelinginya. Copernican theory became the foundation of the early development of the science of the solar system. A scientist in a position where he has the knowledge that is based on the fact (factual knowledge). However, that fact does not mean though it can be an instrument if it is not applied. Application of a scientific study was the one about to have useful values (axiological) that gives meaning to the truth or the reality encountered in all aspects of life study of philosophy with regard to fundamental truths search. A scientist, let examine the fundamental truths of the alternative solutions to problems which he handed. A scientist also has a social responsibility to give proper perspective to a problem at hand and scientifically alternative solutions to the common society. With the mastery of science, a scientist should also be influencing public opinion to the problems they are supposed to be aware of. For example, the study of the science of biotechnology, green revolution (seeds, pesticides, chemical fertilizers) and transgenic plants have increased factual knowledge that dimi had. But, when it will be applied to the community as an alternative to overcome the problems, such as applications of transgenic plants to address food production continues to decline, then we need to question the fundamental truth behind them. What is the real cause of the problem? What are the alternative solutions to the problem? Is the proposed alternative is the best alternative to solve the problem? How to study the benefits and risks of this alternative chosen? What about the impact on human, environmental, economic and social systems? These things should be studied and answered by scientists before these alternatives actually chosen to resolve a problem. So there is no case in which the application of a factual knowledge eventually turns negative impact on the human, environmental, social or other aspects of community life.



perkembangan IT

Posted by hardyansyah under: Uncategorized.

Perkembangan Teknologi Informasi

Perkembangan peradaban manusia diiringi dengan perkembangan  cara  penyampaian informasi (yang selanjutnya dikenal dengan  istilah Teknologi  Informasi). Mulai dari gambar-gambar yang tak  bermakna di dinding-dinding,  peletakkan tonggak sejarah dalam  bentuk prasasti sampai diperkenalkannya dunia  arus informasi yang  kemudian dikenal dengan nama INTERNET. Informasi yang  disampaikan  pun berkembang.
Teknologi Informasi (TI) merupakan suatu bidang industri yang berkembang dengan begitu pesatnya pada tahun-tahun terakhir ini, dan akan terus berlangsung untuk tahun-tahun mendatang.

Perkembangan industri dalam bidang TI ini membutuhkan suatu formalisasi yang lebih baik dan tepat mengenai pekerjaan, profesi berkaitan dengan keahlian di bidang TI. Perkembangan bidang Telematika dan Teknologi Informasi yang sangat pesat perlu diimbangi dengan penyiapan sumber daya manusia yang handal, untuk mengantisipasi persaingan global yang sudah semakin dekat.

Salah satu ciri khusus dari bidang ilmu Teknologi Informasi adalah fokus perhatian bidang ilmu tersebut yang lebih bersifat aplikatif. Bidang ilmu teknologi informasi lebih mengarah pada pengelolaan data dan informasi dalam sebuah enterprise (perusahaan atau organisasi kerja lainnya), dengan pemanfaatan teknologi komputer dan komunikasi data serta lebih menekankan pada teknik pemanfaatan perangkat-perangkat yang ada untuk meningkatkan produktifitas kerja. Dalam perkembangannya sejalan dengan paradigma ekonomi baru, maka teknologi informasi menjadi senjata yang handal dalam meningkatkan komunikasi dan interaksi enterprise dengan stake holdernya.

Revolusi Informasi yang merupakan gabungan antara ilmu pengetahuan dan teknologi telah merubah sumber kekayaan tidak lagi berupa materi seperti pada revolusi industri tetapi berupa informasi dan pengetahuan yang diterapkan pada pekerjaan untuk menciptakan suatu nilai. Barangsiapa yang menguasai informasi maka ia akan menguasai dunia, sehingga mengingat semakin pentingnya informasi dan situasi suatu daerah, maka hadirlah agadide website ini menjadi jembatan informasi dari daerah sampai  ke seluruh pelosok dunia.



sejarah umm

Posted by hardyansyah under: Uncategorized.

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berdiri pada tahun 1964, atas prakarsa tokoh-tokoh dan Pimpinan Muhammadiyah Daerah Malang. Pada awal berdirinya Universitas Muhammadiyah Malang merupakan cabang dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, yang didirikan oleh Yayasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Jakarta dengan Akte Notaris R. Sihojo Wongsowidjojo di Jakarta No. 71 tang-gal 19 Juni 1963.
Pada waktu itu, Universitas Muhammadiyah Malang mempunyai 3 (tiga) fakultas, yaitu (1) Fakultas Ekonomi, (2) Fakultas Hukum, dan (3) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jurusan Pendidikan Agama. Ketiga fakultas ini mendapat status Terdaftar dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada tahun 1966 dengan Surat Keputusan Nomor 68/B-Swt/p/1966 tertanggal 30 Desember 1966.

Pada tanggal 1 Juli 1968 Universitas Muhammadiyah Malang resmi menjadi universitas yang berdiri sendiri (terpisah dari Universitas Muhammadiyah Jakarta), yang penyelenggaraannya berada di tangan Yayasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Malang, dengan Akte Notaris R. Sudiono, No. 2 tertanggal 1 Juli 1968. Pada perkembangan berikutnya akte ini kemudian diperbaharui dengan Akte Notaris G. Kamarudzaman No. 7 Tanggal 6 Juni 1975, dan diperbaharui lagi dengan Akte Notaris Kumalasari, S.H. No. 026 tanggal 24 November 1988 dan didaftar pada Pengadilan Malang Negeri No. 88/PP/YYS/ XI/ 1988 tanggal 28 November 1988.

Pada tahun 1968, Universitas Muhammadiyah Malang menambah fakultas baru, yaitu Fakultas Kesejahteraan Sosial yang merupakan fi‘lial dari Fakultas Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Jakarta. Dengan demikian, pada saat itu Universitas Muhammadiyah Malang telah memiliki empat fakultas. Selain itu, FKIP Jurusan Pendidikan Agama mendaftarkan diri sebagai Fakultas Agama yang berada dalam naungan Departemen Agama dengan nama Fakultas Tarbiyah.

Pada tahun 1970 Fakultas Tarbiyah ini mendapatkan status yang sama dengan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (IAIN), dengan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 50 Tahun 1970. Pada tahun ini pula Fakultas Kesejahteraan Sosial mengubah namanya menjadi Fakultas Ilmu Sosial dengan Jurusan Kesejahteraan Sosial. Kemudian pada tahun 1975 Fakultas ini resmi berdiri sendiri (terpisah dari Universitas Muhammadiyah Jakarta) dengan Surat Keputusan Terdaftar Nomor 022 A/1/1975 tanggal 16 April 1975.
Fakultas yang kemudian ditambahkan adalah Fakultas Teknik, yaitu pada tahun 1977. Pada tahun 1980 dibuka pula Fakultas Pertanian, kemudian menyusul Fakultas Peternakan. Antara tahun 1983 sampai dengan 1993, ditambahkan jurusan-jurusan baru dan ditingkatkan status jurusan-jurusan yang suudah ada. Yang terakhir, pada tahun 1993 Universitas Muhammadiyah Malang membuka Program Pascasarjana Program Studi Magister Manajemen dan Magister Sosiologi Pedesaan
Sampai tahun akademik 1994/1995 ini, Universitas Muhammadiyah Malang telah memiliki 9 fakultas dan 25 jurusan/program studi tingkat strata Si, dua program studi strata-S2, dan satu akademi /strata-D3 Keperawatan.
Pada rentang tiga puluh tahun perjalanan UMM ini (1964- 1994), perkembangan yang paling berarti dimulai pada tahun 1983-an. Sejak saat itu dan seterusnya UMM mencatat perkembangan yang sangat mengesankan, balk dalam bidang peningkatan status Jurusan, dalam pembenahan administrasi, penambahan sarana dan fasilitas kampus, maupun penambahan dan peningkatan kualitas tenaga pengelolanya (administrasi dan akademik). Tahun 2009, UMM menggabungkan Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan-Perikanan menjadi Fakultas Pertanian dan Peternakan agar sesuai dengan konsorsium Ilmu-ilmu Pertanian.
Dalam bidang sarana fisik dan fasilitas akademik, kini telah tersedia tiga buah kampus: Kampus I di Jalan Bandung No. 1, Kampus II di Jalan Bendungan Sutami No. 188a, dan Kampus III (Kampus Terpadu) di Jalan Raya Tlogo Mas. Dalam bidang peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga akademik, telah dilakukan (1) rekruitmen dosen-dosen muda yang berasal dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di pulau Jawa, (2) Peningkatan kualitas para dosen dengan mengirim mereka untuk studi lanjut (S2 dan S3) di dalam maupun di luar negeri.
Berkat perjuangan yang tidak mengenal berhenti ini, maka kini Universitas Muhammadiyah Malang sudah menjelma ke arah perguruan tinggi alternatif. Hal ini sudah diakui pula oleh Koordinator Kopertis Wilayah VII yang pada pidato resminya pada wisuda sarjana Universitas Muhammadiyah Malang tanggal 11 Juli 1992, mengemukakan bahwa UMM tergolong perguruan tinggi yang besar dan berprospek untuk menjadi perguruan tinggi masa depan.
Dengan kondisi yang terus ditingkatkan, kini Universitas Muhammadiyah Malang dengan bangga tetapi rendah hati siap menyongsong masa depan, untuk ikut serta dalam tugas bersama “mencerdaskan kehidupan bangsa” dan “membangun manusia Indonesia seutuhnya” dalam menuju menjadi bangsa Indonesia yang bermartabat dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.



Hello world!

Posted by hardyansyah under: Uncategorized.

Welcome to Student Blogs UMM. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!


February 2015
« Aug    

Recent Posts

Recent Comments